Dashboard interaktif yang dibangun menggunakan Looker Studio untuk memantau pendapatan, volume pesanan, dan tren penjualan bulanan secara real-time[cite: 263, 264].
Project Overview Visibilitas terhadap arus kas dan performa penjualan adalah jantung dari pengambilan keputusan bisnis. Dalam proyek ini, saya mengembangkan Monthly Performance Dashboard untuk brand Beautylatory menggunakan Looker Studio. Dashboard ini dirancang untuk menyatukan data dari berbagai saluran penjualan (Omni-channel), memberikan perspektif holistik mengenai pertumbuhan bisnis selama periode 2024-2025.
The Challenge / Problem Statement Manajemen Beautylatory menghadapi kesulitan dalam memantau performa harian karena data penjualan terfragmentasi antara platform Shopee, TikTok Shop, dan penjualan Offline:
- Analisis Manual yang Lambat: Proses penggabungan data secara manual di akhir bulan seringkali menghasilkan laporan yang sudah tidak relevan (outdated) untuk pengambilan keputusan cepat.
- Kesulitan Penentuan Alokasi Stok: Tanpa data per wilayah yang akurat, perusahaan kesulitan menentukan ke mana distribusi stok terbesar harus dialokasikan.
- Bias Channel: Manajemen sulit membandingkan efektivitas antara satu channel dengan channel lainnya secara apel-ke-apel karena perbedaan format data.
Strategic Solution & Implementation Saya mengimplementasikan solusi Business Intelligence (BI) yang scalable:
- Centralized Database: Membangun struktur database di Google Sheets sebagai Single Source of Truth yang menerima input data dari semua channel penjualan.
- Dynamic Visualization: Menggunakan Looker Studio untuk mengubah data angka menjadi grafik yang interaktif dan mudah dipahami oleh stakeholder non-teknis.
- Multi-Dimensional Filtering: Mengintegrasikan sistem filter dinamis berbasis Brand, Channel, Wilayah, dan Nama Bulan untuk memungkinkan analisis mendalam (drill-down).
Key Features & Technical Highlights
- Revenue Tracking: Monitoring pendapatan total yang mencapai Rp 256.485.630,5 dengan transparansi volume pesanan sebanyak 3.471 Qty.
- Categorical Analysis: Visualisasi Revenue by Category untuk mengidentifikasi produk best-seller.
- Geographical Insights: Pemetaan Revenue by Region yang menunjukkan dominasi pasar di wilayah seperti Bandung dan Tangerang.
- Channel Comparison: Analisis performa antara TikTok, Shopee, dan Offline Store untuk mengevaluasi ROI dari masing-masing platform.
Business Impact & Results
- Improved Decision Making: Manajemen dapat menyesuaikan strategi pemasaran dan kampanye diskon secara real-time berdasarkan tren harian yang terlihat di dashboard.
- Inventory Optimization: Data wilayah membantu tim logistik dalam mengoptimalkan distribusi stok, mengurangi biaya penyimpanan, dan meminimalisir stock-out.
- 100% Data Transparency: Menghilangkan ambiguitas dalam laporan penjualan tahunan, memberikan fondasi yang kuat untuk perencanaan anggaran tahun berikutnya.